PROGRAM ANALISIS ULANGAN

PROGRAM ANALISIS ULANGAN


ANALIS tentu tidak asing bagi guru. Kadang guru akan merasa bosanketika ingin membuat suatu analisis. Apalagi dikerjakannya secara manual. Kami ingin berbagi kepada setiap guru yang inginmembuat suatu analisis terutama analisis ulangan. Adapun keunggulan dari aplikasi ini adalah :

  1. Perhitungan nilainya yang sistematis terprogram.
  2. Dapat langsung mendeteksi apakah anak tersebut sudah tuntas atau belum sesuai KKM yang telah ditetapkan.
  3. dll
Aplikasi ini dibuat dengan memanfaatkan program microsoft excel yang sudah diproteksi disetiap 
programnya. Harap bagi para pengguna tidak mengubah apapun dari aplikasi ini tanpa seijin pemiliknya.
Tentunya aplikasi ini masih banyak kekurangan, kritik dan saran sangat kami harapkan di komentar yang telah disediakan. SEMOGA BERMANFAAT. "JAYA GURU"

DOWNLOAD PRONALIS (4shared)

DOWNLOAD PRONALIS (mediafire)

Kemendikbud Kembangkan Living Curiculum

Kemendikbud Kembangkan Living Curiculum


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat ini tengah mengembangkan konsep living currikulum.


Sebuah konsep kurikulum yang hidup dengan frame tetap, tapi implementasinya adaptif iteratif.


Plt Pusat Kurikulum dan Buku (Puskurbruk) Kemendikbud Prof. Nizam mengungkapkan, konsep tersebut di kembangkan karena pihaknya belum puas dengan hasil revisi kurikulum 2013 (K-13).
"Memang masih ada kekurangannya, tapi kan tidak bisa kita menunggu sempurna semuanya. Oleh karenanya kami kembangkan konsep living curriculum," ungkap Nizam kepada JPNN, Senin (31/10).


Nizam yang juga kepala Pusat Penelitian dan Pengebangan ini menambahkan, pihaknya mendorong Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) dan tim pengembang kurikulum agar menjadikan learning outcomes-nya lebih bernakna dan membumi.


Saat ini, kata Nizam, konsep pembaruan kurikulum sselalu bentuknnya overhaul keseluruhan (bongkar total)


Dimana keseluruhan bangun kurikulum seolah diubah, yang dampaknya luar biasa besar.


"Dari dokumen kurikulum, silabus, pembelajaran, sampai buku dan lembar kerja siswa berubah semua. Guru harus dilatih ulang secara keseluruhan. Mahal sekali biayanya, ramai sekali hebohnya, "paparnya".


Padahal menurut Nizam, kandungan pengetahuannya sendiri (koneledge content) relatif tetap.


Hukum Archimedes dari zaman Beliau masih hidup dua ribu tahun lalu sampai jiamat ya tetap sama. Sejarah Diponegoro dari zaman penjajahan sampai zaman orang mendarat di Planet Mars ya tetap sama.


"yang berubah adalah kompetensi yang ingin dicapai, learning outcomes-nya. Dan itu sifatny dinamis. Berubah dengan waktu, berubah dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, berubah dengan perubahan sosial budaya masyarakat. Nah disinilah konsep living curriculumtersebut," paparnya.


Lanjut dikatakan Nizam, mestinya kurikulum itu berubah secara dinamis dan fleksibel, sehingga selalu kontekstual dengan perkembangan zaman‎.


‎Setiap praktik baik dan dinamika masyarakat dapat diadopsi dan masuk ke dalam penyempurnaan kurikulum.


Seperti halnya curriculum cambridge yang umurnya konon sudah lebih dari 170 tahun, tapi selalu relevan dengan kemajuan zaman karena perubahannya terjadi secara organik, tumbuh dengan keadaan berdasarkan praktik baik yang terjadi di lapangan


"‎Jadi revisi kemarin menjadi titik berangkatnya. ‎Penyempurnaan terus dilakukan tapi secara perlahan berdasar umpan balik dari lapangan. ‎Kalau konsep lama kan rumahnya dibongkar total, bangun rumah baru," pungkasnya. (esy/jpnn)


Demikian info yang dapat diberikan pada dunia pendidikan bagi para pembaca.


Sumber info : http/onklikbaca.com 

Sertifikasi akan dipercepat. Ada apa?

Sertifikasi akan dipercepat. Ada apa?

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mempercepat proses sertifikasi guru yang masih mencapai 7.000 guru.
Langkah tersebut sejalan dengan amanah Undang-Undang (UU) Guru dan Dosen. Kepala Bagian Peraturan Perundang- undangan Biro Hukum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Khalid Fathoni mengatakan, sesuai dengan amanah UU No 14/2005 tentang Guru dan Dosen, sertifikasi guru sudah harus selesai akhir Desember ini.
Menurut dia, jika Kemendikbud tidak mampu melaksanakan amanah tersebut, kementerian akan dianggap melanggar peraturan perundangan tersebut. ”Kami sedang bahas bagaimana teknis percepatan (sertifikasi guru). Karena kalau tidak nanti kita sama-sama melanggar UU,” katanya seusai menghadiri acara Exhibition for International School in Indonesia kemarin di Jakarta. Khalid menambahkan, total guru yang belum disertifikasi ada 7.000 orang.
Kemendikbud saat ini sedang membahas bagaimana mempercepat sertifikasi. Dia mengakui, jika proses sertifikasi formal masih melalui lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK), amanah UU tersebut tidak akan tercapai. Oleh karena itu, ada rencana percepatan dengan melihat dedikasi guru. Misalnya seorang guru sudah mengikuti tes sertifikasi berkali-kali tetapi tidak lulus. Karena itu Kemendikbud akan melihat rekam jejaknya. Jika dedikasinya bagus, dia berhak mendapat sertifikat.
Namun bila memang guru itu masih harus mengikuti pelatihan, masa pelatihannya diperpendek. Menurut dia, seandainya hingga Desember nanti masih ada guru yang belum tesertifikasi, Kemendikbud akan membuat peraturan pemerintah pengganti UU (perppu). Alternatif lain Kemendikbud akan mengajukan revisi atas UU Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen tersebut, khususnya tentang sertifikasi guru.
”Memang harus semua guru disertifikasi tahun ini. Kalau tidak kita akan merevisi UU atau alternatifnyaperppuatauapa. Tapi semua perubahan kebijakan itu masih kita bahas,” terangnya. Menurut dia, jika guru belum tesertifikasi, sanksinya status gurunya harus dicabut dan dia diturunkan menjadi tenaga kependidikan saja. Tenaga kependidikan itu misalnya kepala tata usaha dan pustakawan. Guru yang belum tesertifikasi juga akan kehilangan hak profesionalitasnya. Hal ini berarti dia masih bisa mengajar, tetapi haknya sebagai guru tidak akan diberikan lagi kepadanya.
”Bahkan bisa diterjemahkan guru itu sudah tidak layak menjadi guru,” ujarnya. Sekjen Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Iwan Hermawan mendukung percepatan sertifikasi guru. Sertifikasi itu tanggung jawab Kemendikbud yang diamanahkan UU. Iwan menjelaskan, sebenarnya percepatan itu adalah penggabungan portofolio guru sebagai syarat sertifikasi pada 2006 hingga saat ini dengan pendidikan profesi guru (PPG) sebagai pengganti portofolio.
Namun Kemendikbud harus meneliti kembali portofolio yang diajukan guru. Sebab kala itu portofolio dihapus lantaran banyak oknum guru yang memalsukan datanya.

Mendikbud: Jangan Targetkan Anak Usia Dini dengan Pendidikan yang Rumit

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan mengaku terhenyak saat berjalan-jalan di toko buku menemukan ada kartu baca untuk bayi delapan bulan. Pernah juga ia melihat buku seputar persiapan tes masuk TK (Taman Kanak-kanak) yang dijual di toko buku tersebut. “Anak TK masuk dengan tes?” tanya Mendikbud dalam Seminar Nasional Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Yogyakarta, Kamis (28/5).
Di hadapan lebih dari 6.300 pendidik PAUD dari 19 provinsi di Indonesia, Mendikbud mengungkapkan, banyaknya buku semacam itu membuat orang tua merasa takut anaknya akan tertinggal, bahkan terbelakang, jika tidak diberikan materi pendidikan sebanyak mungkin di usia dini. “Jangan sampai anak-anak kita dibekali dengan target-target pendidikan yang rumit.  Tugas kita adalah menyadarkan bahwa ini adalah masa mereka meneruskan karakter pembelajar. Memberikan mereka kesempatan untuk bermain,” tutur Mendikbud.
Dalam buku yang pernah ditulis Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, disebutkan bahwa bermain adalah tuntutan jiwa anak untuk menuju arah kemajuan hidup jasmani maupun rohani. Mendikbud menambahkan, di Taman Kanak-kanak itulah harus dipastikan kurikulum yang diterapkan membuat proses belajar semakin menyenangkan bagi semua anak usia dini.
“Karenanya kita harus jauhkan anak dari apa yang disebutkan oleh Ki Hajar Dewantara adalah dasar-dasar pendidikan kolonial, yaitu perintah dan hukuman. Gaya pendidikan semacam itu justru akan mengoyak batin anak, rusak budi pekertinya, karena selalu di bawah paksaan dan hukuman yang sering kali tidak setimpal dengan kesalahan yang dilakukan,” ungkapnya membacakan apa yang pernah ditulis Ki Hajar Dewantara.
Sebaliknya, lanjut Mendikbud mengutip tulisan Ki Hajar, mendidik anak seharusnya dengan ketertiban dan tata tentram yang mampu menjaga kelangsungan batin anak. Tetapi anak juga tidak boleh dibiarkan terlalu bebas. Hal yang perlu dilakukan adalah tetap mengamati dan membimbing anak sehingga tumbuh sesuai kondratnya sendiri.  
“Sudahkah kita sebagai pendidik, orang tua, dan masyarakat menyadari konsep Bapak Pendidikan ini? Bukankah kita ingin agar anak-anak kita tumbuh besar sesuai zamannya, bukan tumbuh besar sekadar membuat kita yang mendidik merasa puas. Puas hari ini belum tentu baik di masa depan,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X yang juga hadir membuka kegiatan seminar nasional tersebut mengatakan, persepsi tentang PAUD seharusnya diluruskan. Harus disadari PAUD bukan untuk mendinikan sekolah dengan mengajarkan hal-hal yang belum saatnya. PAUD semestinya disesuaikan dengan tahap perkembangan dan potensi anak dan diajarkan melalui cara bermain agar tidak merampas hak anak.

Sumber: klik disini

CEK DATA GURU (Apa sudah benar?)

CEK DATA GURU (Apa sudah benar?)

Data guru yang uploud oleh operator dapodik di sekolah masing-masing sudah bisa di cek secara online dengan alternatif link sebagai berikut :

Untuk penggunaan perhatikan gambar dibawah :


SALAM SATU HATI

INSTRUMEN EDS PADAMU NEGERI UNTUK GURU (2013)

Bagi Bapak/Ibu Guru sekiranya yang ingin mengisi EDS online 2013 di Padamu Negeri Berikut saya sajikan instrumen EDS Online 2013 Padamu Negeri untuk dijawab


Sebelumnya harus buka situs web Siap Padamu Negeri. Silahkan login di Login PTK sesuai Email/NUPTK/Peg.ID dan password masing-masing

G.1.5

Permasalahan sikap dan perilaku peserta didik yang masih ditemukan adalah:
  • mencontek saat ujian
  • tidak mengerjakan tugas yang diberikan
  • menyalin tugas dari pekerjaan temannya
  • bolos tanpa alasan yang jelas dan dapat diterima
  • malas belajar
  • terlibat tawuran
  • terlibat narkoba
  • sering telat masuk sekolah
  • tidak menghormati guru dan orang lain
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.1.6
Sikap dan perilaku yang dapat dibanggakan dari mayoritas peserta didik di sekolah bapak/ibu adalah:
  • giat belajar dan rajin membaca
  • membantu teman/orang lain dan hormat pada guru
  • disiplin dan mematuhi tatatertib sekolah
  • melaksanakan ajaran agama yang dianutnya
  • sportif dalam bertindak
  • berani mengakui kesalahan
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.1.7
Sikap dan perilaku jujur, santun, perduli, disiplin, percaya diri, dan bertanggungjawab yang dapat diamati dalam perilaku siswa serta dapat dibuktikan dengan dokumen penilaian sikap siswa adalah
  • mentaati aturan sekolah mulai dari kelas 1 sampai kelas 6
  • tertib dalam antrian
  • santun terhadap semua guru di sekolah
  • berinteraksi dengan orang lain dengan percaya diri
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.1.8
Pengetahuan peserta didik di sekolah bapak/ibu pada umumnya, dan dapat ditunjukkan buktinya dalam penilaian yang telah dilakukan adalah:
  • mampu menghapal cukup banyak informasi yang diajarkan
  • mampu menjelaskan kembali sebuah informasi yang dipelajari dengan kalimat sendiri
  • mampu menerapkan suatu konsep untuk menjelaskan sebuah fenomena alam atau sosial
  • mampu mengidentifikasi variabel yang terkait dengan suatu permasalahan
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.1.9
Kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi pada umumnya adalah sebagai berikut :
  • mampu membaca cepat dan membuat rangkuman dari informasi tertulis
  • mampu menyampaikan ide dan pendapat secara santun dan mudah dipahami
  • menyimak informasi secara tepat dan mampu menyampaikan kembali dengan kalimat sendiri
  • mampu melakukan telaah secara kritis kritis terhadap teks atau buku
  • membuat karya tulis dengan deskripsi yang berkesinambungan dan mudah dipahami
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.1.10
Kemampuan peserta didik di sekolah pada umumnya dalam mengamati dan bertanya untuk berpikir dan bertindak produktif serta kreatif adalah
  • melakukan pengamatan dengan bimbingan dan petunjuk yang jelas dari guru
  • mengajukan ide atau pertanyaan yang menunjukkan kreatifitas
  • mengamati dan menanyakan tentang sebuah produk/karya seni atau teknologi
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.1.11
Kemampuan peserta didik dalam menghasilkan karya, pada umumnya dapat dikelompokkan sebagai :
  • hasil meniru karya orang lain
  • hasil modifikasi karya orang lain
  • hasil kreasi sendiri sesuai dengan fasilitas yang tersedia
G.2.2
Rancangan metode pembelajaran yang dikembangkan dalam kurikulum sekolah Bapak/Ibu yang mendukung pembelajaran aktif (student active learning) adalah
  • ceramah
  • diskusi dan tanya jawab
  • demonstrasi
  • penemuan terbimbing
  • pemecahan masalah
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.2.5
Dokumen yang digunakan sebagai acuan dalam pengembangan KTSP di sekolah Bapak/Ibu adalah
  • Standar Isi
  • Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
  • Standar proses
  • Standar penilaian
  • Panduan penyusunan KTSP yang disusun BSNP
  • Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan dari sekolah di negara maju
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.2.6
Proses pengembangan KTSP di sekolah Bapak/Ibu adalah
  • Mengadopsi dan mengadaptasi model yang dikembangkan oleh BSNP
  • Mengembangkan KTSP melalui KKG/KKS/MGMP
  • Mengembangkan KTSP sendiri dengan mengacu panduan yang disusun BSNP
  • Mengembangkan KTSP sendiri dengan mengacu kurikulum sekolah di negara maju
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.2.7
KTSP yang bapak/ibu kembangkan dibuat berdasarkan prinsip-prinsip
  • Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya
  • Beragam dan terpadu
  • Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
  • Relevan dengan kebutuhan kehidupan.
  • Menyeluruh dan berkesinambungan
  • Belajar sepanjang hayat
  • Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.2.9
Jenis penilaian yang diterapkan dalam KTSP di sekolah bapak/ibu adalah
  • tes tertulis
  • tes lisan
  • pengamatan kinerja
  • pengukuran sikap
  • penilaian hasil karya berupa tugas
  • penilaian proyek
  • penilaian produk
  • portofolio
  • penilaian diri
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.2.10
Materi ajar yang dimuat dalam kurikulum sekolah bapak/ibu, memenuhi syarat
  • Sahih (teruji kebenarannya)
  • Signifikan (bermanfaat dalam pencapaian kompetensi)
  • Bermanfaat secara akademis dan non akademis
  • Kelayakan (mempertimbangkan taraf berpikir peserta didik)
  • Relevan, konsisten, dan edukatif
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.2.11
Komposisi materi pelajaran yang dimuat dalam RPP bapak/ibu adalah :
  • dominan pada aspek sikap dan perilaku
  • dominan pada aspek pengetahuan
  • dominan pada aspek keterampilan
  • proporsi sikap, pengetahuan, dan ketrerampilan dibuat merata
G.2.12
Materi kurikulum di sekolah bapak/ibu, disesuaikan untuk:
  • Mengembangkan ketrampilan berpikir kritis
  • Mengembangkan ketrampilan pemecahan masalah
  • Mengembangkan budaya membaca dan menulis untuk menumbuhkan budaya gemar membaca
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.2.13
Keterkaitan materi dengan kebutuhan peserta didik yang dicakup dalam RPP bapak/ibu dibuat dengan:
  • Sesuai perkembangan usia peserta didik
  • Mengembangkan karakter mulia.
  • Memperhatikan gender
  • Memperhatikan karakeristik lingkungan sekitar peserta didik
  • Memperhatikan kehidupan sosial peserta didik
  • Mengembangkan sikap nasionalisme dalam kehidupan bernegara.
  • Memfasilitasi penggunaan teknologi
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.3.1
Kegiatan yang dilaksanakan oleh bapak/ibu di sekolah terkait dengan perencanaan pembelajaran meliputi
  • Menganalisis kompetensi yang akan diperoleh siswa
  • Menetapkan materi ajar
  • Memilih model/metode belajar yang relevan
  • Menentukan dan mengevaluasi buku sumber yang digunakan
  • Menyusun bahan ajar sesuai karakteristik peserta didik
  • Menyusun penilaian yang relevan
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.3.2
Perancangan RPP yang disusun guru di sekolah bapak/ibu telah memperhatikan prinsip-prinsip berikut:
  • Memperhatikan perbedaan individu
  • Mendorong partisipasi aktif peserta didik
  • Mengembangkan budaya membaca dan menulis
  • Umpan balik dan tindak lanjut
  • Keterkaitan dan keterpaduan antara SKL-standar isi-materi-kegiatan belajar-penilaian
  • Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi
  • Metode pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menarik
  • Pemilihan media yang sesuai
  • Penggunaan sumber belajar yang relevan
  • Penggunaan penilaian autentik
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.3.3
Hal-hal yang disampaikan oleh guru pada awal semester kepada peserta didik adalah:
  • kompetensi yang akan dicapai
  • cakupan materi ajar
  • rancangan tugas selama satu semester
  • tugas mandiri dan tugas kelompok yang harus dikerjakan
  • penilaian yang akan dilakukan
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.3.4
Aktifitas yang dilakukan oleh bapak/ibu untuk memperbaiki proses pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi peserta didik adalah
  • Melakukan remedial untuk peserta didik yang belum tuntas belajar
  • Melakukan refleksi proses pembelajaran dan memperbaiki pembelajaran
  • Menganalisis daya serap peserta didik dan memperbaiki pembelajaran
  • Mengecek gaya belajar peserta didik dan menyesuaikan pembelajaran
  • Berkomunikasi dengan teman sejawat atau KKG/MGMP untuk mempersiapkan PBM yang lebih baik
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.3.10
Sumber belajar yang bapak/ibu gunakan dalam pembelajaran adalah :
  • Buku teks dan lembar kerja dari penerbit tertentu
  • Buku teks yang dikembangkan sendiri atau oleh kelompok guru
  • Buku panduan
  • Ensiklopedia atau kamus
  • Majalah dan/atau Koran
  • Internet
  • Diktat yang dikembangkan sendiri
  • Modul belajar
  • Nara sumber yang menguasai bidangnya
  • Perpustakaan atau museum
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.3.13
Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan di sekolah untuk membentuk karakter (sikap dan perilaku) peserta didik adalah
  • Melaksanakan program sekolah dan tatatertib untuk pembentukan karakter jujur, disiplin, dan bertanggungjawab
  • Melaksanakan pembelajaran yang memiliki dampak langsung terhadap pembentukan karakter jujur, disiplin, tanggungjawab, dan menghargai orang lain
  • Melaksanakan pembelajaran yang menyadarkan akan pentingnya memiliki karakter jujur, disiplin, dan bertanggungjawab
  • Melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler yang memiliki dampak terhadap pembentukan karakter jujur, disiplin, bertanggungjawab, dan menghargai orang lain
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.3.15
Pelaksanaan pembelajaran yang bapak/ibu lakukan untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi siswa secara efektif dan santun:
  • Memperbanyak aktifitas siswa dalam membaca, menulis dan berbicara dalam belajar
  • Memberi tugas belajar berupa telaah buku dan membuat karya tulis
  • Melakukan aktifitas belajar berkelompok
  • Memberi tugas mengumpulkan informasi dari berbagai sumber
  • Memberi tugas berkomunikasi dengan anggota masyarakat untuk kepentingan belajar
  • Mempresentasikan hasil kerja mandiri atau kelompok di depan kelas
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.3.17
Kesulitan Bapak/Ibu dalam menerapkan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi lisan dan tulisan adalah:
  • Tidak cukup waktu
  • Kurang menguasai metode mengajar yang efektif dan efisien
  • Tidak didukung Kepala Sekolah
  • Kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung di sekolah
  • Kemampuan peserta didik tidak memadai
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.3.18
Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan bapak/ibu untuk meningkatkan kreatifitas peserta didik adalah :
  • Ceramah dan diskusi
  • Belajar berkelompok
  • Pembelajaran berbasis proyek
  • Pembelajaran berbasis masalah
  • Pembelajaran inkuiri dan penemuan (discovery)
  • Strategi/metode inovatif lainnya
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.3.19
Kesulitan bapak/ibu dalam menerapkan pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kreatifitas peserta didik adalah :
  • Tidak cukup waktu
  • Kurang menguasai metode mengajar yang efektif dan efisien
  • Tidak didukung Kepala Sekolah
  • Kurangnya sarana dan prasarana di sekolah
  • Kemampuan peserta didik tidak memadai
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.3.20
Pembelajaran yang bapak/ibu lakukan untuk mengembangkan keingintahuan dan budaya belajar peserta didik :
  • Memotivasi peserta didik untuk giat belajar pada kegiatan awal pembelajaran
  • Meningkatkan keingintahuan melalui pengamatan fenomena alam dan sosial
  • Melibatkan peserta didik dalam pembelajaran aktif untuk mengekplorasi fenomena alam dan sosial
  • Melakukan pembelajaran secara inkuiri
  • Menumbuhkan kebiasaan membaca dan menyampaikan informasi yang diperoleh
  • mengumpulkan informasi dari berbagai sumber untuk menganalisis sebuah permasalahan
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.3.21
Frekuensi supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam satu tahun terakhir
  • Lebih dari 2 kali/tahun
  • 2 kali/tahun
  • 1 kali/tahun
  • tidak pernah
G.3.29
Kepala sekolah membantu/membimbing guru dalam memperbaiki
  • Perencanaan
  • Pelaksanaan pembelajaran
  • Penilaian hasil belajar
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.4.1
Prinsif yang digunakan oleh bapak/ibu dalam penilaian adalah
  • Obyektif, yakni berbasis pada standar dan tidak subyektif
  • Terpadu, yakni terencana, menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan
  • Ekonomis, yakni efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan
  • Transparan, yakni prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diakses oleh semua pihak
  • Akuntabel, yakni dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak internal sekolah maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, maupun hasilnya
  • Edukatif, mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.4.3
Langkah-langkah yang dilakukan bapak/ibu dalam menyusun instrumen penilaian adalah sebagai berikut:
  • menetapkan indicator, menyusun kisi-kisi, menyusun instrumen, mengkaji SK/KD, memilih jenis instrumen
  • mengkaji SK/KD, memilih jenis instrument, menyusun kisi-kisi, menyusun instrumen
  • mengkaji SK/KD, menyusun kisi-kisi, memilih jenis instrument, menyusun instrumen
  • mengkaji SK/KD, memilih jenis instrument, menyusun instrumen, menyusun kisi-kisi
  • melakukan pembahasan instrumen bersama teman sejawat, menyusun instrumen
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.4.6
Ketersediaan prosedur dan kriteria penilaian dapat diakses dalam bentuk
  • Dokumen cetak
  • Dokumen yang mudah diakses di internet
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.4.7
Petunjuk pelaksanaan penilaian yang tersedia dan digunakan di sekolah bapak/ibu meliputi:
  • Pedoman penilaian
  • Kriteria ketuntasan hasil belajar
  • Pedoman penskoran termasuk rubrik penilaian
  • Petunjuk tentang pengolahan nilai dan KKM
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.4.10
Teknik penilaian yang dilakukan untuk menilai pengetahuan peserta didik dan dapat ditunjukkan bukti fisiknya meliputi:
  • Tes tertulis
  • Tes lisan
  • Instrumen penugasan
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.4.11
Bagaimana bapak/ibu menilai karakter peserta didik (jujur, disiplin, menghargai orang lain, dan bertanggungjawab)
  • Menganalisis kesamaan/pola jawaban dalam jawaban ujian
  • Melakukan pengamatan sikap dan perilaku terutama untuk kelompok pelajaran agama dan akhlak mulia
  • Menganalisis laporan hasil pengamatan beberapa guru terkait sikap dan perilaku peserta didik
  • Menilai sikap perilaku peserta didik ketika berada di sekolah
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.4.12
Jenis penilaian sikap dan perilaku yang telah bapak/ibu lakukan dan dapat ditunjukkan dalam bentuk fortofolio peserta didik dalam satu semester adalah
  • Lembar Observasi
  • Penilaian diri
  • Penilaian antar teman
  • Jurnal
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.4.13
Bagaimana bapak/ibu menilai kompetensi peserta didik dalam berkomunikasi efektif dan santun
  • Menganalisis tes uraian menggunakan rubrik
  • Menilai laporan telaah buku dan/atau karya tulis yang dibuat oleh peserta didik
  • Menilai penyampaian peserta didik dalam menyajikan karya di depan kelas
  • Menilai sikap dan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.4.14
Bapak/ibu menilai kreatifitas peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan atau menghasilkan karya, melalui :
  • Penilaian karya yang dihasilkan menggunakan rubrik
  • Melaksanakan pameran hasil karya peserta didik (showcase portfolio)
  • Penilaian proses selama pembelajaran, terkait dengan kemampuan mengidentifikasi permasalahan dan menganalisis masalah, dan mengajukan solusi
  • Penilaian kemampuan peserta didik dalam merancang, menghasilkan, dan mengkomunikasikan proses penyelesaian masalah/pembuatan produk
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.4.15
Jenis penilaian keterampilan yang telah bapak/ibu lakukan dan dapat ditunjukkan dalam bentuk fortofolio peserta didik dalam satu semester adalah
  • Fortofolio
  • Tes praktek
  • Proyek
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.4.16
Permasalahan bapak/ibu dalam membuat dan melaksanakan penilaian sikap dan perilaku menggunakan instrumen non-tes adalah
  • kurang memahami cara membuat instrumen, menggunakan, dan mengolah hasilnya
  • belum melakukan penilaian sikap dan perilaku karena tidak tercantum dalam RPP
  • tidak cukup waktu untuk melaksanakan penilaian sikap dan perilaku
  • penilaian sikap dan perilaku tidak dituntut oleh sekolah
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.4.20
Bapak/Ibu guru memanfaatkan hasil penilaian untuk mengetahui:
  • Kemajuan belajar siswa,
  • Kesulitan belajar siswa,
  • Cara melakukan perbaikan proses pembelajaran
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.5.10
Peningkatan kemampuan bapak/ibu dalam melakukan penilaian sikap, perilaku, dan keterampilan dalam tiga tahun terakhir :
  • dilakukan dengan bantuan sekolah dan sudah diterapkan dalam pembelajaran
  • dilakukan secara mandiri atas inisiatif sendiri, namun belum memahami penilaian secara utuh
  • diperoleh melalui diskusi bersama rekan guru dalam kegiatan MGMP/KKG
  • diperoleh dengan bantuan Kemdikbud/Pemda, namun belum diterapkan karena belum paham
  • diperoleh dengan bantuan Kemdikbud/Pemda, dan sudah menerapkan penilaian autentik
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.5.11
Peningkatan kemampuan bapak/ibu dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kreatifitas peserta didik dalam tiga tahun terakhir:
  • dilakukan dengan bantuan sekolah dan sudah diterapkan dalam pembelajaran
  • dilakukan secara mandiri atas inisiatif sendiri, namun belum paham
  • diperoleh melalui diskusi bersama rekan guru dalam kegiatan MGMP/KKG
  • diperoleh dengan bantuan Kemdikbud/Pemda, namun belum diterapkan karena belum paham
  • diperoleh dengan bantuan Kemdikbud/Pemda, dan sudah diterapkan dalam pembelajaran
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.6.3
Bapak/Ibu menerima sosialisasi visi/misi sekolah melalui
  • Rapat
  • Spanduk, leaflet, brosur
  • Papan pajangan/banner
  • Dokumen RKS
  • Surat edaran kepala sekolah
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.6.8
Pihak-pihak yg terlibat dalam pengambilan keputusan di sekolah adalah
  • Kepala sekolah
  • Guru
  • Orang Tua Peserta didik
  • Pemerintah daerah
  • Dunia usaha dan dunia industri
  • Alumni
  • Tokoh masyarakat
  • Ketua Yayasan (untuk sekolah swasta)
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.6.10
Dalam bentuk apa saja, kepala sekolah dan guru berinteraksi/bekerjasama dalam pelaksanaan program sekolah
  • Penyusunan RKAS sekolah
  • Membangun kerjasama kemitraan dengan lembaga lain
  • Pemecahan masalah belajar peserta didik
  • Pengembangan kurikulum dan silabus
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.6.11
Pengelolaan sekolah di tempat bapak/ibu bekerja memberlakukan hal-hal sebagai berikut:
  • Melibatkan orang tua peserta didik dalam upaya meningkatkan mutu sekolah
  • Melibatkan guru dan komite sekolah dalam menetapkan sebuah kebijakan
  • Menerapkan azas demokrasi, keterbukaan, dan bertanggungjawab dalam pengambilan keputusan
  • Menerapkan sistem manajemen yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan mampu membuat sekolah menjadi mandiri
  • Menerapkan standar pelayanan prima
  • Menerapkan manajemen mutu terpadu
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.6.25
Nilai-nilai budaya yang tampak dalam keseharian di sekolah yang mendorong prestasi peserta didik dan kinerja guru adalah
  • Ikhlas dalam melaksanakan kegiatan sekolah
  • Bertukar pendapat dalam pemecahan masalah belajar peserta didik
  • Disiplin dalam menjalankan tugas
  • Sikap ilmiah yang dimiliki warga sekolah
  • Suasana kondusif di sekolah
  • Tolong-menolong melalui kegiatan sosial sekolah
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.6.26
Dalam hal apa Kepala Sekolah Bapak/Ibu dapat dijadikan teladan bagi warga sekolah
  • Kejujuran
  • Memperhatikan bawahan, dan terbuka
  • Kerja keras dan disiplin
  • komunikatif dan perhatian
  • Bekerjasama dengan pihak lain untuk kepentingan pengembangan sekolah
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.6.27
Ketauladanan pimpinan sekolah yang ditemukan dalam keseharian kegiatan sekolah
  • Kepedulian pimpinan terhadap program kerja sekolah
  • Tanggungjawab kepala sekolah
  • Keikhlasan dalam melaksanakan tugas
  • Kemampuan mengorganisir staf/guru
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.6.28
Bagaimana bapak/ibu mengakses laporan pengelolaan keuangan sekolah
  • Dapat diakses via internet
  • dapat diakses melalui komputer di ruangan khusus
  • Disediakan dalam bentuk laporan cetak
  • hanya dapat diakses oleh pihak tertentu
  • Tidak tersedia
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.7.15
Kondisi penggunaan sarana laboratorium yang ada di sekolah bapak/ibu
  • Digunakan secara rutin
  • Tidak dapat digunakan karena peralatan tidak lengkap
  • Tidak dapat digunakan karena peralatan utama rusak
  • Tidak digunakan karena tidak ada bahan yang dibutuhkan
  • Tidak digunakan karena tidak terkait dengan tujuan pembelajaran
  • Tidak digunakan karena belum memahami cara menggunakannya
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.7.16
Peralatan yang rusak di laboratorium terutama disebabkan karena
  • Sering digunakan
  • Penyimpanan yang tidak tepat
  • Tidak dirawat secara rutin karena tidak ada dana
  • Tidak digunakan karena tidak sesuai dengan kebutuhan
  • Memang sudah rusak sejak diterima
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.7.17
Kondisi ruang kelas yang dimiliki disekolah :
  • Sirkulasi udara baik
  • Kebersihan terjaga
  • Pencahayaan cukup
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.7.18
Kondisi laboratorium dan perlengkapan yang dimiliki oleh sekolah :
  • Ukuran ruang standar
  • Penataan ruang baik
  • Kelengkapan perabot mencukupi
  • Tersedia sambungan internet
  • Daya listrik memadai
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.7.20
Kondisi kerja di ruang kerja guru disekolah:
  • Ukuran ruang memadai
  • Penataan ruang baik
  • Kelengkapan perabot mencukupi
  • Peralatan Memadai
  • Sambungan internet
  • Daya listrik yang memadai
  • tidak ada jawaban yang sesuai